diam digenggaman
mata memutar mencarimu
sedang rindu terlanjur terucap
bergelayut di pelupuk mata begitu erat
bersinar lalu berbinar
memancar
adakah sebait cinta di sana?
hati resah merindumu
sedang jarak terlanjur membentang
berderet di bibir sejuta kata
berbias lalu memudar
meredam
diam dalam genggaman
juli 2009
sedang rindu terlanjur terucap
bergelayut di pelupuk mata begitu erat
bersinar lalu berbinar
memancar
adakah sebait cinta di sana?
hati resah merindumu
sedang jarak terlanjur membentang
berderet di bibir sejuta kata
berbias lalu memudar
meredam
diam dalam genggaman
juli 2009
-ess-
merindumu
langkah hati terus dipacu mendaki dirimu
namun sesaat hening diantara seribu jalan yang membentang
menuju puncak pelukanmu
bersembunyi dimanakah jiwamu yang mencinta?
sungguh aku merindu walau sekejap di bayangmu
juli 2009
namun sesaat hening diantara seribu jalan yang membentang
menuju puncak pelukanmu
bersembunyi dimanakah jiwamu yang mencinta?
sungguh aku merindu walau sekejap di bayangmu
juli 2009
-ess-
seperti inginmu
sementara waktu sunyi enggan beranjak dari hatiku
bersemedi membuat ruang yang tak mungkin terisi
sedang kau asyik bermain kata-kata di luar sana
meloncati semua ruang yang kau inginkan
untuk membuatku semakin membeku
tak berdaya
dilain hari matahari menyelinap masuk ke dalam relungku
menghangatkan hati yang setengah membeku
memberi warna pada asa
agar ku tak terpuruk kaku
membisu
seperti inginmu..
juli 2009
bersemedi membuat ruang yang tak mungkin terisi
sedang kau asyik bermain kata-kata di luar sana
meloncati semua ruang yang kau inginkan
untuk membuatku semakin membeku
tak berdaya
dilain hari matahari menyelinap masuk ke dalam relungku
menghangatkan hati yang setengah membeku
memberi warna pada asa
agar ku tak terpuruk kaku
membisu
seperti inginmu..
juli 2009
-ess-
No comments:
Post a Comment