June 06, 2011

entahlah ini apa, silahkan diberi judul olehmu...

Manusia itu memang sejatinya berproses entah itu menuju kebaikan atau keburukan atau pada keduanya secara sama rata.


Hampir sembilan tahun yang lalu, aku melihatnya lain. Ia perempuan yang baik, rendah hati, sedikit keras namun tak angkuh akan segala kemampuannya. Gadis kecil yang mempunyai anak usia kurang lebih menuju dua tahun. terhenti kuliah karena harus menikah. Ia menerima nasibnya dengan sangat baik, dan menjalaninya dengan sangat ikhlas. itu yang kulihat dulu. Bicaranya tak tinggi, sikapnya sopan dan penyayang. 
Akan tetapi Tuhan berhak menentukan lain serta nasib mengubahnya karena kegigihan sang suami dan do'a-do'a keduanya. Kudengar Ia pernah disakiti. Kudengar Ia pernah kecewa. Kudengar Ia pernah tak dianggap siapa-siapa. Ia hanyalah seorang gadis kecil yang baru menginjakkan kakinya pada dunia seutuhnya yang belum Ia siap untuk diterima.
Hingga akhirnya tahun-tahun itu tiba. Sang suami pergi untuk sesuap matahari. Lalu beranjaklah gadis kecil ini menjadi wanita yang sesungguhnya. Namun Ia lagi-lagi menemui jalan itu. Jalan yang sempat Ia hindari sebagai manusia berlogika dan berTuhan--katanya. Entahlah lalu barang-barang mulai Ia punyai, kemampuan lebih, dan hal-hal yang diluar jangkauan manusia normal lainnya--katanya.
Berubah--semua berubah. Kerendahan hatinya mulai angkuh. Kebaikan dirinya mulai memudar tertimpa kecantikan fisiknya yang jauh lebih menonjol. Baiklah, barang-barang mewah. Pembalasannya sakit hatinya. Teman-teman dan kehidupan yang mapan. Ia menjadi asing di dunia yang didiaminya. 
Aku tak lagi mengenalnya. Ia berubah seperti boneka yang cantik bila di pajang saja.