seperti inikah potret wajah negeri bangsaku? saling menumpas sesuka hati?
tak adalagkah ruang yang lebih beradab? atau hanya bisa berteriak atas nama Tuhan masing-masing lantas semua menjadi 'hak'?
berhak-kah orang-orang tertindas diperlakukan atas teriakan-teriakan orang-orang yang katanya berTuhan?
tak ada jawab yang bisa kuberi. serentet pertanyaan ini adalah potret yang bisa kusaksikan melalui darah dan airmata orang-orang tertinggal.
kurasa Tuhan takkan pernah sudi, diteriakan namanya untuk melakukan hal-hal yang mereka anggap paling benar. takkan pernah sudi.
(menjerit tak bisa melakukan apa-apa atas tindakan orang-orang tidak beradab pada sekelompok yang dianggap sesat)
07-02-2011
-ess-
No comments:
Post a Comment